TEORI
PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
A.
Pengertian Teori Pemrosesan Informasi
Teori
pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan
pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin,
2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi
dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan
suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses
di dalam otak melalui beberapa indera.
Keberadaan
register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan.
Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu
harus diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi
yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran, (Slavin, 2000: 176).
Memori jangka
panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk
periode panjang. Tulving (1993) dalam (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka
panjang menjadi tiga bagian, yaitu memori episodik, yaitu bagian memori jangka
panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman pribadi kita, memori
semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta
dan pengetahuan umum, dan memori prosedural adalah memori yang menyimpan
informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu.
Komponen pemrosesan dipilih
menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta
proses terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah:
1.
Sensory receptor
2.
Working memory
3.
Long term memory
B.
Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor
yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif
dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses
penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran
dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi
antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil
belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal
adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses
pembelajaran.
Gagne membuat
beberapa rumusan untuk menghubungkan keterkaitan antara faktor internal dan
eksternal dalam pembelajaran dalam rangka memaksimalkan tercapainya tujuan
pembelajaran, yaitu:
a. Pembelajaran yang
dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan
agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap
untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran
dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang
diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan
kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada
siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang
diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil
belajar
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
C. Pemrosesan Informasi
Berbantuan Media
Pembelajaran
berbantuan multimedia dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang
digunakan dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan (pengetahuan,
keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
dan kemauan belajar sehingga terjadi proses belajar yang sesuai tujuan dan
terkendali (Istiyanto, 2011). Menurut Mayer (2009:64), asumsi yang mendasari
teori kognitif tentang multimedia learning, yakni dual-channel
(saluran ganda), limited capacity (kapasitas terbatas), dan
active-processing (pemrosesan aktif). Asumsi saluran ganda (dual-channel
assumption) menyatakan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan
informasi untuk materi visual dan materi auditori. Informasi berupa kata-kata
diterima oleh mata dan telinga, sedangkan gambar diterima oleh mata yang
merupakan memori sensorik. Setelah diseleksi oleh memori sensorik, informasi
diteruskan ke memori kerja. Di dalam memori kerja, informasi diorganisasikan
untuk diintegrasikan yang selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang.
Model Teori Pemrosesan Informasi
Atkinson dan Shiffrin (Gambar:
Glassman & Hadad, 2009).
D. Sifat Informasi
Informasi
memiliki 10 sifat yaitu :
1.
Mudah
diperoleh
Sifat ini menunjukkan mudahnya
dan cepatnya informasi dapat diperoleh. Kecepatan memperoleh dapat diukur,
misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa nilainya bagi pemakai
informasi sulit mengukurnya.
2.
Luas
dan Lengkap
Sifat ini menunjukkan lengkapnya
isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga
mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur dan karena itu sulit
mengukurnya
3.
Ketelitian
Sifat ini berhubungan dengan
tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. Dalam hubungannya dengan
volume data yang besar biasanya terjadi duaa jenis kesalahan, yakni kesalahan
pencatatan dan kesalahan perhitungan.
4.
Kecocokan
Sifat ini menunjukkan betapa
baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi
informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.
5.
Ketepatan waktu
Sifat ini berhubungan dengan
waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan
informasi. Dalam beberapa hal ketepatan waktu dapat diukur.
6.
Kejelasan
Sifat ini menunjukkan tingkat
keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.
7. Keluwesan
Sifat ini berhubungan dengan
dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan lebih dari satu
keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang pengambil keputusan, sifat ini
sulit diukur tetapi dalam banyak hal dapat memberikan nilai yang dapat diukur
8. Dapat dibuktikan
Sifat ini menunjukkan kemampuan
beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada
kesimpulan yang sama
9.
Tidak
ada prasangka
Sifat ini berhubungan dengan
tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan
yang telah dipertimbangkan sebelumnya
10.
Dapat
diukur
E. Manfaat teori pemrosesan informasi
1. Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi
pada lingkungan yang selalu berubah
2.
Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang
berorientasi pada proses lebih menonjol
3. Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
4. Prinsip perbedaan individual terlayani.
F. PERMASALAHAN
Berdasarkan artikel di atas :
1. Menurut pandangan anda, Berapa persen pentingnya penggunaan media sebagai alat bantu pemrosesan informasi ? berikan alasan.
2. Menurut pendapat anda, apakah faktor yang dapat menyebabkan proses pemrosesan informasi tidak berjalan baik pada siswa, padahal sudah menggunakan alat bantu media !
3. Menurut pandangan anda, Pemrosesan informasi seperti apa yang diharapkan oleh guru kepada siswa nya saat melakukan proses pembelajaran !
1. Menurut pandangan anda, Berapa persen pentingnya penggunaan media sebagai alat bantu pemrosesan informasi ? berikan alasan.
2. Menurut pendapat anda, apakah faktor yang dapat menyebabkan proses pemrosesan informasi tidak berjalan baik pada siswa, padahal sudah menggunakan alat bantu media !
3. Menurut pandangan anda, Pemrosesan informasi seperti apa yang diharapkan oleh guru kepada siswa nya saat melakukan proses pembelajaran !
G. Sumber

