PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
A. Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Multimedia
Ade Cahyana
dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai
perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak
dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta
pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek
kegiatan. Rosch menyatakan bahwa
multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan
multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks.
Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan
presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik,
animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).
Berdasarkan
beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan
perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara,
animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.
B. Prinsip Pengembangan Multimedia
Pembelajaran
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi:
prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan,
partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip
kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik
untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan
prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan
untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat
berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur,
2007: 20).
C. Prinsip-Prinsip Multimedia
Pembelajaran
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak
didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Untuk menghasilkan media
pembelajaran yang baik perlu dilakukan dengan menempuh prosedur yang benar
dalam proses pengembangannya. Soulier sebagaimana dikutip oleh Sunaryo Sunarto
(2002) menjelaskan bahwa tahapan pengembangan media khususnya yang berbantuan
komputer meliputi plan, development, dan evaluation.
1) Prinsip
Multimedia
Orang belajar
lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena
dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks,
gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu
kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi
single-media.
2) Prinsip
Kesinambungan Spasial
Orang belajar
lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan
apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada
gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi
dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar
tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip
Kesinambungan Waktu
Orang belajar
lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda
ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks,
misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip
Koherensi
Orang belajar
lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan
tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali
pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk
mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi,
menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan
relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip
Modalitas Belajar
Orang belajar
lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus
teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah
ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip
Redudansi
Orang belajar
lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi,
narasi plus teks pada layar (redundan).
7) Prinsip
Personalisasi
Orang belajar
lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational)
daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan
kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu,
sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip
Interaktivitas
Orang belajar
lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya
(manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar
itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih
banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran
harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media
itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan
sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang
konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan
tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip
Sinyal
Orang belajar
lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang
relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan
lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of
interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting
sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip
Perbedaan Individu
9 prinsip
tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi,
kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip
Praktek
Interaksi
adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat
meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang
sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan
materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari
animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan
multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi,
animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas
belajar.
D. PERMASALAHAN
1. Apakah 12 prinsip yang ada diatas merupakan
suatu procedural ? Jika iya, bagaimana keterkaitan ke 12 prinsip tersebut ?
2. Jika multimedia dipandang sebagai suatu alat
, hal apakah yang membatasi hal tersebut ? dapatkah multimedia didefinisikan
sebagai hal yang lain, bagaimana menurut anda ?
3. Hal-hal apa saja yang dapat dijadikan bukti,
bahwa multimedia dapat membantu proses belajar siswa ?

Saya akan mencoba menjawab permsalahan ketiga
BalasHapus1.tercapainya tujuan pembelajaran
2.berkat multimedia siswa lebih cepat menguasai pelajaran
3.siswa di kelas menjadi lebih aktif dan penuh semangat dalam belajar
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2, menurut saya multimedia itu dipandang sebagai suatu alat. Seperti yang kita ketahui definisi multimedia itu sendiri
BalasHapusMultimedia berasal daripada kata ‘multi’ dan ‘media’. Multi bererti banyak, dan media bererti tempat, sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Jadi berdasarkan kata ‘multimedia’ dapat dirumuskan sedagai wadah atau penyatuan beberapa media yang kemudian didefinisikan sebagai elemen-elemen pembentukan multimedia. Elemen-elemen tersebut seperti teks, gambar, suara, animasi, dan video. Multimedia merupakan suatu konsep dan teknologi baru bidang teknologi informasi, di mana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi, dan video disatukan dalam computer untuk di simpan, diproses dan disajikan baik secara liner mahupun interaktif.
Oleh itu, dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya. Multimedia enteraktif adalah apabila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi keputusan atau kemampuan untuk mengawal dan menghidupkan elemen-elemen ter