Sabtu, 31 Maret 2018

TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA



TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

A.    Pengertian Teori Pemrosesan Informasi

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran, (Slavin, 2000: 176).

Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang. Tulving (1993) dalam (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu memori episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman pribadi kita, memori semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum, dan memori prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu. 

         Komponen pemrosesan dipilih menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah:
1.      Sensory receptor
2.      Working memory
3.      Long term memory

B.     Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne 

            Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. 

Gagne membuat beberapa rumusan untuk menghubungkan keterkaitan antara faktor internal dan eksternal dalam pembelajaran dalam rangka memaksimalkan tercapainya tujuan pembelajaran, yaitu:
a.  Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b.  Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.

C. Pemrosesan Informasi Berbantuan Media

Pembelajaran berbantuan multimedia dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga terjadi proses belajar yang sesuai tujuan dan terkendali (Istiyanto, 2011). Menurut Mayer (2009:64), asumsi yang mendasari teori kognitif tentang  multimedia learning, yakni  dual-channel (saluran ganda), limited capacity (kapasitas terbatas), dan  active-processing (pemrosesan aktif). Asumsi saluran ganda (dual-channel assumption) menyatakan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Informasi berupa kata-kata diterima oleh mata dan telinga, sedangkan gambar diterima oleh mata yang merupakan memori sensorik. Setelah diseleksi oleh memori sensorik, informasi diteruskan ke memori kerja. Di dalam memori kerja, informasi diorganisasikan untuk diintegrasikan yang selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang.
Model Teori Pemrosesan Informasi Atkinson dan Shiffrin (Gambar: Glassman & Hadad, 2009).

D. Sifat Informasi    
   
Informasi memiliki 10 sifat yaitu :
1. Mudah diperoleh
Sifat ini menunjukkan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh. Kecepatan memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.
2. Luas dan Lengkap
Sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur dan karena itu sulit mengukurnya
3. Ketelitian
Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar biasanya terjadi duaa jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
4. Kecocokan
Sifat ini menunjukkan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.
5. Ketepatan waktu
Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Dalam beberapa hal ketepatan waktu dapat diukur.
6. Kejelasan
Sifat ini menunjukkan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.
7. Keluwesan
Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang pengambil keputusan, sifat ini sulit diukur tetapi dalam banyak hal dapat memberikan nilai yang dapat diukur
8. Dapat dibuktikan
Sifat ini menunjukkan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama
9. Tidak ada prasangka
Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya
10. Dapat diukur

E. Manfaat teori pemrosesan informasi 

1.  Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah
2.      Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol
3.   Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
4.     Prinsip perbedaan individual terlayani.

F. PERMASALAHAN
     Berdasarkan artikel di atas :
1. Menurut pandangan anda, Berapa persen pentingnya penggunaan media sebagai alat bantu pemrosesan informasi ? berikan alasan.
2. Menurut pendapat anda, apakah faktor yang dapat menyebabkan proses pemrosesan informasi tidak berjalan baik pada siswa, padahal sudah menggunakan alat bantu media !
3. Menurut pandangan anda, Pemrosesan informasi seperti apa yang diharapkan oleh guru kepada siswa nya saat melakukan proses pembelajaran !

G. Sumber
 
 


2 komentar:

  1. Baiklah saya akan menjawab permasalahan ketiga

    proses pemrosesan informasi dimulai dengan adanya rangsangan atau stimulus yang kemudian ditangkap melalui indera dan diteruskan ke dalam sensori memori. Didalam sensori memori informasi yang ditangkap itu berupa visual atau auditori, informasi tersebut dikenali dah mendapat perhatian. Setelah itu dari memori sensori informasi itu diteruskan ke dalam memori jangka pendek atau working memory. Pada tahap ini, informasi yang telah diperoleh diulang atau dibedakan setelah itu informasi kemudian di encoding dan masuk kememori jangka panjang. Di dalam memori jangka panjang, informasi tersebut diasosiasikan dengan pengetahuan suadah ada sebelumnya dan kemudian disimpan. Informasi yang telah diasosiasikan itu kemudian dipanggil kembali (retrieval) ke dalam memori jangka pendek baru setelah itu timbullah respon.
    Para psikolog kognitif memahami proses-proses memori mengandung tiga operasi umum yaitu pengkodean (encoding), penyimpanan dan pengambilan informasi.

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab permasalahan ke-2
    Adapun faktor yang mempengaruhi pemrosesan informasi dalam belajar yaitu:
    1. Faktor internal (psikologis dan fisiologis) dan eksternal
    2. Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
    3. Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
    4. Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informsi yang telah disimpan dalam ingatan
    5. Kemampuan otak tiap individu tidak sama.

    BalasHapus