REVOLUSI INDUSTRI ERA 4.0
Pada era sekarang ini, khususnya di Indonesia tidak
dapat lepas dari yang namanya teknologi, kemampuan digital komputerisasi
internet sangat diperlukan pada saat sekarang ini. Generasi muda diharuskan
memiliki skill dan kemampuan yang mumpuni dalam bidang teknologi, selain
keterampilan pendukung lainnya. Pada saat sekarang ini, dunia kerja terbuka
sangat luas, segala jenis infomasi dapat diperoleh dengan sangat mudah,
mencakup seluruh aspek kehidupan dimuka bumi.
Pada
postingan kali ini, kita akan membahas mengenai era revolusi industry 4.0 ,
tentunya sebelum adanya era revolusi keempat ini adanya era pertama, kedua dan
ketiga, yang mana masing-masing memiliki point utamanya sendiri-sendiri, lantas
apa itu era revolusi industry 4.0 ?
Saat ini, kita hidup di era Revolusi
Industri Keempat (Klaus Schwab, The Fourth Industrial Revolution(2017)). Era
yang diwarnai oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence), era super
komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan
perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan mengakibatkan
dampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, politik, bahkan membuka
perdebatan atas definisi manusia itu sendiri. Era yang menegaskan dunia sebagai
kampung global (Marshall McLuhan, The Gutenberg Galaxy: The Making of
Typographic Man (1962)). berdikarionline.com
Tantangan Indonesia
Di Indonesia sendiri,
kehadiran Revolusi Industri Keempat muncul kepermukaan dan menyentak kesadaran
publik saat terjadi pertarungan kepentingan antara taksi konvensional versus
taksi online pada tahun 2016. Kendati sebelumnya telah ada sinyal bahwa
Indonesia tidak bisa lepas dari dampak dari revolusi ini. 2011, Grup Djarum
melalui PT Global Digital Prima melakukan kerja sama strategis bernilai ratusan
miliar bersama Kaskus, sebuah situs perdangangan terbesar di Indonesia (http://bit.ly/2HqNJPV). Beberapa bulan
sebelumnya, portal berita detik.com
dibeli oleh Grup Para milik Taipan Chairul Tanjung seharga Rp540 miliar.
Dampak kehadiran revolusi ini
dapat dilihat melaui Aksi 212 ketika jutaan umat islam melakukan demonstasi
dipersatukan isu penistaan agama (http://bit.ly/2of7jGh).
Lebih kurang selama satu bulan sebelum aksi puncak, terjadi perdebatan,
sosialisasi, maupun pengorganisasian lewat media sosial. Kita menyaksikan
bagaimana teknologi menunjukkan kuasanya, bahkan mendorong, bahwa
pengkategorian secara sosilogis atas islam santri-abangan mulai tidak relevan
lagi pada era ini. Yang tak kalah mengejutkan adalah pergeseran persepsi
masyarakat terhadap Front Pembela Islam. Berdasarkan penelitian Arie Setyaningrum
Pamungkas dan Gita Octaviani, gerakan ini memunculkan suatu potensi ancaman
pada trandisi demokrasi Indonesia karena berbasis tribalisme, dimana
nasionalisme diterjemahkan secara “sempit” menjadi nasionalisme yang didasari
oleh pemusatan identitas etnis dan keagamaan (http://bit.ly/2BAmp1h).
Dengan
perkembangan teknologi yang semakin pesat, dunia kini memasuki era Revolusi
Industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial
intelligence, big data, robotic, dan lain
sebagainya atau yang dikenal dengan fenomena disruptive innovation. ksp.go.id
Menteri
Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan menghadapi revolusi industri 4.0,
saatnya universitas sebagai roda penggerak inovasi dan pengembangan teknologi
dengan pendekatan Triple Helix dalam hilirisasi riset, yaitu sinergi antara
pemerintah, swasta dan perguruan tinggi.
ekonomi.metrotvnews.com
. Sri
Mulyani membicarakan tentang era revolusi industri 4.0 yang mempunyai ciri
otomasi dan ekonomi digital. Perkembangan supercomputer, robot, artificial
intelligence, dan modifikasi genetik mengakibatkan pergeseran tren tenaga
kerja, yang tidak lagi bergantung pada tenaga manusia, tapi pada mesin.
Studi dari McKinsey (2016)
menyebutkan bahwa pada lima tahun ke depan sebesar 52,6 juta jenis pekerjaan
akan digantikan oleh mesin. Hal tersebut mengikuti tren global di mana 60
persen pekerjaan akan mengadopsi sistem otomatisasi, dan 30 persen akan
menggunakan mesin berteknologi digital. Ini
berdampak pada pergeseran tren dunia dari sektor manufaktur ke sektor jasa yang
membutuhkan tenaga kerja jenis middle-higher skilled, bukan lagi low-skilled
labour.
Di
sisi lain, revolusi industri 4.0 juga membuka peluang baru. Indonesia dengan
demografi penduduk yang sebagian besar berada di usia produktif dan kelas
menengah, serta status sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk
terbesar di dunia, mempunyai potensi sebagai pemimpin e-commerce dalam
era ekonomi digital.
Persaingan
global semakin ketat di tengah derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Semua negara berlomba-lomba untuk
melahirkan invensi dan inovasi dengan memperkuat riset dan mutu pendidikan
tinggi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi
menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0 ini. ristekdikti.go.id
.
Revolusi Industri 4.0, Perguruan Tinggi Diminta Siapkan SDM Kompeten
Perguruan
tinggi di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan
teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0. Kurikulum dan metode
pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin
kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Dunia kerja di era revolusi industri
4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia
industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Karakteristik
revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi
produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services
and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan
teknologi internet.
Berbicara
masalah peningkatan kualitas SDM Indonesia, ada 3 hal yang yang perlu
diperhatikan semua pihak. Yang pertama adalah kualitas SDM, "Yaitu bagaimana memastikan
agar kualitas dari SDM kita ini sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sesuai
dengan industri yang berbasis teknologi digital," Yang kedua, adalah masalah
kuantitas yaitu jumlahnya pekerja atau SDM yang berkualitas dan kompeten serta
sesuai kebutuhan industri. Yang ketiga, lokasi yaitu masih kurang meratanya
sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah. finance.detik.com
PERMASALAHAN
1. Kita sadari bahwa sekarang era digital sangat pesat
di Indonesia, bahkan segala sesuatu keperluan kita dapat didapatkan hanya
dengan menggerakkan jari saja, atau dapat dikatakan Online, Bagaimana menurut
pandangan anda mengenai hal ini, apakah yang dapat anda gambarkan mengenai
kelanjutan dari industry era 4.0 ini ?
2. Kita ketahui dari banyaknya kelebihan dan manfaat
adanya revolusi industry 4.o, tentu ada dampak negatifnya, coba jelaskan dampak
negative apa saja yang telah terjadi dengan adanya era revolusi indutri 4.0 ?
3.Ada 3 hal yang yang perlu
diperhatikan semua pihak. Yang pertama adalah kualitas SDM, "Yaitu bagaimana memastikan
agar kualitas dari SDM kita ini sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sesuai
dengan industri yang berbasis teknologi digital," Yang kedua, adalah masalah
kuantitas yaitu jumlahnya pekerja atau SDM yang berkualitas dan kompeten serta
sesuai kebutuhan industri. Yang ketiga, lokasi yaitu masih kurang meratanya
sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah. Dari ketiga masalah peningkatan kualitas SDM
Indonesia, langkah jitu apa yang perlu dilakukan agar didapatkan SDM Indonesia
yang berkualitas tinggi ?
4. Jika memiliki sebuah pilihan, pada era revolusi ke
4 ini hal apa yang perlu dijadikan point penting untuk mendapatkan kesuksesan,
berikan pandangan anda ?
Saya akan menjawab permasalahan nomor 4
BalasHapusUntuk menghadapi revolusi industri 4.0, ada beberapa keahlian yang dibutuhkan agar dapat sukses dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.
Pertama, kita harus memiliki keterampilan informasi, media, dan teknologi.
Kedua, keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi kreativitas dan keingintahuan, pemecah masalah (problem solving), dan pengambil risiko (risk taker).
Ketiga, terampil dalam hidup dan belajar seperti memiliki jiwa kepemimpinan dan bertanggung jawab, memiliki nilai etis dan moral, produktivitas dan akuntabilitas, fleksibilitas dan adaptasi, sosial dan lintas budaya, inisiatif dan mengarahkan diri.
Keempat, memiliki kemampuan dalam berkomunikasi yang efektif seperti mampu bekerja dalam tim dan berkolaborasi, memiliki tanggung jawab pribadi dan sosial, dalam berkomunikasi harus interaktif, memiliki orientasi nasional dan global.
Saya akan menjawab permasalahan nomor 2
BalasHapusdampak negatif kemajuan teknologi terjadi hampir di seluruh dunia tanpa memandang siapa yang menjadi pelakunya. Amerika Serikat sebagai negara adidaya tunggal telah memanfaatkan teknologi drone untuk melakukan pengeboman di Afganistan, Libya, Irak, dan Syria, yang tidak sedikit mengakibatkan korban sipil. Di negara sendiripun, dengan sistim super komputer yang dimilikinya, negara masuk hingga ruang privat rakyatnya yang kemudian dibocorkan oleh Edward Snowden ke publik. Selain negara, organisasi radikal seperti Al qaeda dan ISIS menggunakan teknologi informasi untuk melakukan perekrutan, perencanaan, juga propaganda seperti ekseskusi tanpa peri kemanusiaan.
Revolusi keempat sebagai kelanjutan dari penemuan komputer dan teknologi digital yang dimulai pada era 50-an ternyata tidak membuat penyelesaian masalah dunia menjadi lebih mudah. Dengan sistim komputerasi, kepintaran buatan, arus informasi yang lebih cepat, analisa data yang lebih baik dibantu oleh algoritma tingkat lanjutan, tidak membuat kita bebas dari masalah klasik seperti kelaparan, eksploitasi negara maju terhadap negara berkembang, akses kesehatan yang rendah, soal pengungsi, terutama menjadikan dunia tempat yang aman bagi semua umat manusia.
Saya mencoba menjawab permasalahan 1.
BalasHapusJadi Revolusi industri 4.0 ini adalah lanjutan dari revolusi industri 3.0. Industri revolusi 3.0 sebenarnya sudah otomatisasi. Tetapi kalau revolusi industri 4.0 mulai memanfaatkan internet untuk komunikasi yang lebih baik dan pengolahan data lebih baik antara mesin dan manusia dan antara mesin dan mesin itu sendiri. Mengenai kelanjutannya tidak menutup kemungkinan adanya Revolusi industri 5.0 yang lebih canggih.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapussaya akan menjawab permasalahan yang ketiga
BalasHapuslangkah jitu yang perlu dilakukan agar didapatkan SDM Indonesia yang berkualitas tinggi adalah salah satunya dengan menerapkan 4C di sekolah sekolah maupun di perguruan tinggi di Indonesia. Pertama, Critical thingking, kita seyogyanya bersikap skeptis dan kritis. “Percuma kalau pintar kalo gak kritis,”
Kedua, Creativifity, yakni mampu melahirkan inovasi-inovasi baru. di negara Korea Selatan yang memiliki income tinggi karena kreativitasnya yang muncul dari motivasi ingin mengalahkan Jepang. “Memang mereka (Korsel) itu banyak mencontoh tapi sisi kreatifnya muncul,
Selanjutnya, Communication, Pikiran Rakyat dan media massa lainnya memiliki peran sangat penting pada proses produksi informasi. Terutama tentang sains dan teknologi agar dapat diterima publik secara benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Percuma kita buat beberapa industri kalau tidak dikomunikasikan. Gak akan ada yang paham dan tahu dong,”
Terakhir, Collaboration, ini lah kekuatan yang bisa membangun Indonesia. Menurutnya, kelemahan Indonesia adalah kurang berkolaborasi. Kita lemah ketika berkelompok. Karena itu memerlukan kerjasama dan mengerti satu sama lain.
Dengan ini SDM di indonesia meningkat kualitasnya